'Sebuah keajaiban takdir' – Kisah unik di balik foto pertemuan Lionel Messi dan Lamine Yamal ketika bayi

Lionel Messi menggendong bayi Lamine Yamal di dalam bak mandi di ruang ganti tim tamu Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 2007.

Sumber gambar, Joan Monfort

Keterangan gambar, Lionel Messi dan Lamine Yamal memiliki sejarah yang terjalin sejak hampir dua dekade lalu.
    • Penulis, Daniel Austin
    • Peranan, Jurnalis senior BBC Sport
  • Telah diterbitkan
  • Waktu membaca: 6 menit

Pemain sepak bola yang kerap disebut "terhebat sepanjang masa", Lionel Messi, dan penerusnya di posisi sayap kanan Barcelona, Lamine Yamal, akan saling berhadapan untuk pertama kalinya saat Argentina bertanding melawan Spanyol di final Piala Dunia. Namun, tak semua orang tahu kisah luar biasa pertemuan pertama mereka.

Mengingat Lionel Messi kini telah menginjak usia 39 tahun dan Lamine Yamal baru berumur 19 tahun, fakta bahwa pertandingan yang mempertemukan keduanya bisa terwujud, apalagi dalam laga paling bergengsi di dunia sepak bola, merupakan bukti nyata dari kegigihan Messi serta bakat luar biasa Lamine Yamal.

Namun, ini bukanlah pertama kalinya jalan hidup mereka saling bersilangan.

Pertemuan pertama mereka sebenarnya terjadi pada tahun 2007, ketika Messi yang baru berusia 20 tahun baru saja menjadi pemain inti reguler di Barcelona, sementara Lamine Yamal masih bayi berumur lima bulan.

Momen pertemuan tersebut diabadikan dalam serangkaian foto ikonik hasil jepretan Joan Monfort. Foto-foto itu kembali viral dua tahun lalu ketika Lamine Yamal membawa Spanyol menjuarai Euro 2024, setelah sang ayah mengunggah salah satu foto tersebut di media sosial dengan takarir "Awal mula dari dua legenda".

Dalam foto-foto tersebut, Messi tampak tersenyum sambil mendekap dan memandikan seorang bayi laki-laki mungil—yang tanpa diduga di masa depan akan mengikuti jejak karier sepak bolanya dengan begitu gemilang.

"Ini adalah sebuah keajaiban takdir yang nyata," ungkap Monfort kepada BBC Sport.

"Ini adalah sebuah kebetulan yang indah, momen ketika Anda menemukan sesuatu yang sangat istimewa, jauh lebih besar dari apa yang pernah Anda bayangkan. Jika Anda menulis cerita ini untuk sebuah film, rasanya hal itu tidak akan terlihat masuk akal."

'Messi tidak tahu harus berbuat apa di samping bayi'

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Sesi pemotretan tersebut berlangsung di ruang ganti tim di Stadion Camp Nou milik Barcelona.

Keluarga Lamine Yamal bisa berada di sana setelah memenangkan sebuah sayembara.

Kedua orang tua Yamal, Mounir Nasraoui yang lahir di Maroko dan Sheila Ebana yang berasal dari Guinea Khatulistiwa, pertama kali bertemu setelah mereka pindah ke Catalonia saat masih anak-anak bersama keluarga masing-masing.

Lamine Yamal merupakan anak sulung mereka. Tidak lama setelah ia lahir, orang tuanya mengikuti undian yang diadakan oleh surat kabar Catalan, Sport, yang bekerja sama dengan Unicef selaku sponsor jersey Barcelona sekaligus lembaga amal anak-anak internasional.

Peserta yang terpilih secara acak dalam undian tersebut akan mendapatkan kesempatan untuk bayinya difoto secara profesional bersama salah satu pemain tim utama Barcelona.

Lamine Yamal menjadi salah satu bayi yang beruntung, dan pada hari ketika keluarganya tiba di lokasi pemotretan, takdir mempertemukan keluarga itu dengan Messi.

Lionel Messi menggendong bayi Lamine Yamal di dalam bak mandi di ruang ganti tim tamu Stadion Camp Nou, Barcelona, bersama ibunya, Sheila Ebana, pada 2007.

Sumber gambar, Joan Monfort

Keterangan gambar, Ibu Lamine Yamal, Sheila Ebana, juga ikut ambil bagian dalam sesi pemotretan tersebut.

"Saya sama sekali tidak tahu kalau bayi di foto itu adalah Lamine, sampai salah seorang teman menelepon saya pada tahun 2024 dan memberi tahu bahwa ayahnya telah mengunggah foto tersebut di Instagram," jelas Monfort.

"Messi adalah orang yang sangat introver, sangat pemalu dan canggung. Dia masuk ke ruang ganti dan tiba-tiba harus berfoto dengan seorang bayi mungil—bukan anak-anak ya, benar-benar bayi yang masih sangat kecil—dan ekspresi wajahnya langsung berubah seolah dia bingung harus berbuat apa!

Memang sulit bagi seorang pemuda seusianya saat itu, tetapi Lamine adalah bayi kecil yang sangat ceria dan murah senyum. Ibunya, Sheila, banyak membantu kami. Dia masih sangat muda dan mereka adalah keluarga yang sangat miskin, tetapi mereka sangat menyenangkan diajak bekerja sama.

Messi sendiri selalu profesional dalam hal-hal seperti ini, dan dia bisa beradaptasi dengan situasi tersebut dengan sangat cepat."

Lionel Messi menggendong bayi Lamine Yamal di dalam bak mandi di ruang ganti tim tamu Stadion Camp Nou, markas Barcelona, pada 2007.

Sumber gambar, Joan Monfort

Keterangan gambar, Pada 2007, Messi masih mengenakan nomor punggung 19 di Barcelona. Ia baru mewarisi jersey bernomor 10 setahun kemudian setelah Ronaldinho meninggalkan klub tersebut.

'Saya tak akan pernah bisa membalas jasa kedua orang tua saya'

Begitu dia menginjak usia ke-19, Messi telah mencetak 11 gol sepanjang kariernya serta masing-masing memenangkan satu trofi La Liga dan satu trofi Liga Champions UEFA.

Sementara itu, Lamine Yamal, yang baru saja menginjak usia 19 tahun pada hari Senin (13/07) kemarin, tercatat telah mencetak 56 gol dan memenangkan tiga trofi La Liga, satu trofi Copa del Rey, serta trofi Euro 2024.

Menariknya, "Yamal" sebenarnya bukanlah nama belakang sang pemain, melainkan nama depan keduanya.

Seorang pendukung Spanyol mengangkat sebuah spanduk yang menampilkan Lionel Messi sedang memandikan Lamine Yamal saat masih kecil dalam sebuah pertandingan Euro 2024.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Foto terkenal tersebut telah dijadikan spanduk oleh para pendukung Spanyol di Euro 2024 dan Piala Dunia.

Nama lengkapnya adalah Lamine Yamal Nasraoui Ebana, dan ia memilih untuk menyematkan dua nama pertamanya tersebut di bagian belakang jersey Barcelona maupun timnas Spanyol. Hal ini ia lakukan sebagai bentuk penghormatan kepada dua orang yang telah membantu keluarganya di masa-masa awal kelahirannya.

Media-media Spanyol ramai mengabarkan bahwa ayah Lamine Yamal pernah berjanji akan menamai anaknya menggunakan nama dua orang temannya yang telah membantu keuangan keluarga mereka, termasuk membantu membayar tagihan di masa-masa sulit ketika mereka kekurangan uang.

Nama "Lamine" merupakan nama depan laki-laki yang umum dalam bahasa Arab yang berarti jujur atau tepercaya, sedangkan "Yamal" merupakan variasi dari "Jamal" yang berarti ketampanan atau keindahan.

Ia tumbuh besar di Rocafonda, sebuah kawasan pemukiman kelas pekerja di Mataro yang terletak sekitar 32 kilometer di sebelah utara Barcelona.

Kawasan ini dibangun pada tahun 1960-an untuk menampung para migran dari wilayah lain di Spanyol. Ketika para migran tersebut mulai pindah ke daerah yang lebih makmur, gelombang migran dari berbagai negara pun mulai berdatangan pada tahun 1990-an.

Lamine Yamal kerap merayakan beberapa golnya dengan membentuk gestur angka 3-0-4 menggunakan jari-jarinya, yang merujuk pada kode pos wilayah Rocafonda (08304).

"Apa yang telah dilakukan ibu dan ayah saya, saya rasa saya tidak akan sanggup melakukan pengorbanan sebesar itu untuk siapa pun yang bukan anak kandung saya sendiri," ungkap Yamal kepada El Pais di awal turnamen.

"Jika Anda tidak memiliki uang, sangat sulit untuk mendukung anak Anda bermain sepak bola. Namun, orang tua saya berhasil mewujudkan semua itu. Ini adalah sesuatu yang tidak akan pernah bisa saya balas seumur hidup."

'Hati saya serasa terbelah dua'

Two Barcelona fans wear football shirts with number ten on the back, the left bearing the name of Lamine Yamal and the right the name of Lionel Messi

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Messi meninggalkan Barcelona dan bergabung dengan Paris Saint-Germain pada 2021, dua tahun sebelum Yamal yang saat itu baru berusia 15 tahun menjalani debutnya. Empat tahun kemudian, pada 2025, Yamal menjadi pewaris nomor punggung 10 yang ikonik di klub tersebut.

Bagi Monfort, seorang pria Catalan yang mendukung Barcelona, pertemuan kedua bintang ini di atas lapangan hijau merupakan babak penutup yang sempurna bagi kisah yang telah dimulai hampir dua dekade silam.

"Saya rasa kita sedang menutup siklus dari kisah perjalanan mereka," tambah Monfort yang kini berusia 58 tahun. "Ini adalah sebuah akhir yang bahagia.

"Sebagai seorang penggemar Barcelona, menurut saya akan sangat sempurna bagi Messi jika ia bisa menutup kariernya dengan memenangkan Piala Dunia untuk kedua kalinya. Saya rasa ia sangat layak mendapatkannya.

"Sedangkan untuk Lamine, ia masih memiliki banyak waktu di masa depan untuk memenangkan trofi seperti Piala Dunia. Namun, saat ini Spanyol dan Lamine tengah berada dalam momentum yang sangat bagus. Jika ia berhasil memenangkannya sekarang, gelar tersebut akan bernilai jauh lebih besar dibanding gelar-gelar juara yang pernah ia raih sebelumnya.

"Situasi ini sangat sulit bagi saya pribadi. Hati saya serasa terbelah dua."