Menteri Angkatan Laut AS mundur dari jabatannya saat blokade Selat Hormuz – Apa faktor utama di baliknya?

U.S. Secretary of the Navy John Phelan speaks, after President Donald Trump announced the Navy's "Golden Fleet", at Mar-a-lago in Palm Beach, Florida, U.S., December 22, 2025.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Menteri Angkatan Laut AS, John Phelan (foto atas, kiri), berbicara setelah Presiden Donald Trump mengumumkan armada baru Angkatan Laut bernama "Golden Fleet" di Mar-a-lago di Palm Beach, Florida, AS, 22 Desember 2025.
    • Penulis, Sareen Habeshian
  • Waktu membaca: 4 menit

Menteri Angkatan Laut (AL) Amerika Serikat (AS), John Phelan, mengundurkan diri dari jabatannya, demikian diumumkan Pentagon, Rabu.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, menyatakan lewat unggahan di media sosial bahwa pengunduran diri Phelan "segera berlaku efektif".

Jabatan tersebut, yang sebagian besar bersifat administratif, akan diisi Walik Menter AL, Hung Cao.

Phelan merupakan pejabat militer berpangkat tinggi terbaru yang mundur dari jabatannya dalam beberapa bulan terakhir.

Dia mundur di tengah perang AS–Israel melawan Iran serta berlanjutnya blokade AS di Selat Hormuz.

Otoritas AL AS tidak memberikan alasan resmi atas pengunduran diri tersebut.

Namun, laporan-laporan media AS yang belum terkonfirmasi menyebutkan ketegangan dalam kepemimpinan AS terkait isu seputar pembangunan kapal menjadi latar belakang mundurnya Phelan.

Apa faktor di balik pengunduran diri Phelan?

"Atas nama Menteri Perang dan Wakil Menteri Perang, kami berterima kasih kepada Phelan atas pengabdiannya kepada Departemen dan Angkatan Laut AS," tulis juru bicara Pentagon Sean Parnell. "Kami mendoakan yang terbaik bagi masa depannya."

Pengumuman ini muncul hanya beberapa pekan setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth meminta Kepala Staf Angkatan Darat (AD) Randy George agar mundur dari jabatannya.

Dua pejabat Angkatan Darat lainnya, Jenderal David Hodne dan Mayor Jenderal William Green, juga baru-baru ini dicopot dari posisi mereka.

Sejak memasuki Pentagon, Hegseth telah memecat lebih dari selusin perwira militer senior, termasuk Kepala Operasi Angkatan Laut dan Wakil Kepala Staf Angkatan Udara.

Menurut sejumlah sumber yang dikutip berbagai media AS, Phelan kehilangan jabatannya setelah berselisih dengan Hegseth terkait pelaksanaan inisiatif pembangunan kapal yang digagas Presiden Trump.

Mengapa Trump dulu menunjuk Phelan sebagai menteri AL?

Peran menteri angkatan laut (AL) sebagian besar bersifat administratif, mencakup perumusan kebijakan, perekrutan, pelatihan, serta penyediaan perlengkapan bagi Angkatan Laut.

Jabatan ini juga mengawasi anggaran dan logistik, termasuk pembangunan serta perbaikan kapal dan fasilitas militer laut.

John Phelan, warga sipil yang sebelumnya tidak pernah bertugas di militer, dilantik sebagai menteri AL pada Maret 2025 setelah dinominasikan oleh Presiden Donald Trump pada 2024.

John Phelan, Menteri Angkatan Laut AS, saat acara peringatan 250 tahun Korps Marinir AS di Pantai Camp Pendleton di Oceanside, California, AS, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Sumber gambar, Sandy Huffaker/Bloomberg via Getty Images

Keterangan gambar, John Phelan, Menteri Angkatan Laut AS, saat acara peringatan 250 tahun Korps Marinir AS di Pantai Camp Pendleton di Oceanside, California, AS, Sabtu, 18 Oktober 2025.

Phelan, seorang pengusaha, diketahui sebagai donor besar kampanye Trump.

Keduanya tampil bersama di Mar-a-Lago pada Desember 2025 lalu ketika Trump mengumumkan rencana pengadaan serangkaian kapal perang baru yang dipersenjatai dan dinamai sesuai dirinya—bagian dari armada "Golden Fleet" yang didukung Phelan.

Mantan Wakil Asisten Menteri Luar Negeri AS, Andrew Peek, mengatakan kepada BBC bahwa presiden secara jelas ingin memperluas armada niaga dan sipil negara itu.

"Pada akhirnya, seseorang akan dijadikan kambing hitam atas kurangnya kemajuan. Saya kira itu sekitar 30% alasannya," ujarnya.

"Sisanya 70%—pengganti Phelan sangat dikenal oleh basis pendukung MAGA. Saya kira ini sekadar penggantian dengan seseorang yang lebih disukai dan dipercaya presiden," tambahnya.

Siapa Hung Cao yang menggantikan Phelan?

Pengganti Phelan, Hung Cao, menjabat sebagai Wakil Menteri Angkatan Laut sejak Oktober 2025 dan merupakan veteran Angkatan Laut dengan pengalaman 25 tahun.

Pada 2024, Cao maju sebagai kandidat Senat AS di Virginia dengan dukungan Donald Trump, namun kalah dari senator Demokrat petahana Tim Kaine.

Dalam salah satu debat kampanye, dia mengkritik inisiatif keberagaman, kesetaraan, dan inklusi di militer.

Berbicara soal perekrutan Angkatan Laut saat debat, Cao mengatakan:

"Yang kita butuhkan adalah laki-laki alfa dan perempuan alfa yang rela mengorbankan diri, memakannya, lalu meminta tambah. Itulah pemuda-pemudi yang akan memenangkan perang," menurut laporan Associated Press.

Hung Cao, Trump, Menteri AL AS

Sumber gambar, Anna Moneymaker/Getty Images

Keterangan gambar, Pada 2024, Hung Cao (foto atas, kiri) maju sebagai kandidat Senat AS di Virginia dengan dukungan Donald Trump, namun kalah dari senator Demokrat petahana Tim Kaine.

Pergantian kepemimpinan AL terjadi ketika Trump menegaskan blokade AS terhadap pelabuhan Iran akan terus berlanjut meski ada gencatan senjata dalam perang.

Bentrokan masih berlangsung di Selat Hormuz—jalur vital perdagangan global yang memasok sebagian besar minyak dunia—dengan Iran mengumumkan telah "menyita" dua kapal di selat tersebut.

Juru Bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan presiden "puas" dengan blokade Angkatan Laut AS terhadap pelabuhan Iran, dan menilai Iran berada dalam posisi yang "sangat lemah."

Sementara itu, ketua tim negosiasi Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan pada Rabu bahwa "tidak mungkin" Selat Hormuz dibuka kembali karena "pelanggaran terang-terangan terhadap gencatan senjata" oleh AS dan Israel.